KERJASAMA DAN JARINGAN
PERPUSTAKAAN
by Chestella Suzan Yurisno
Dosen Pengampu: Cut Afrina,
M. IP
A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi dewasa ini berimbas
pada pertumbuhan sumber daya informasi dan fasilitas layanan perpustakaan.
Dengan memanfaatkan teknologi informasi, perpustakaan sangat memungkinkan
membentuk suatu pusat kekuatan pengetahuan. Kenyataannya di Indonesia, tidak
semua perpustakaan mampu menghadirkan teknologi sumber daya informasi, dana,
gedung serta sumber daya manusia. Dengan adanya konsep kerjasama dan jaringan
perpustakaan, diharapkan keterbatasan tersebut dapat diatasi. Sehingga setiap
perpustakaan dapat mengakses lebih luas sumber daya informasi sesuai dengan
kebutuhan pengguna.
Kerjasama dan jaringan perpustakaan berfungsi untuk memberikan
akses yang lebih luas terhadap koleksi, memperbaiki pelayanan pengguna dan
teknis, meningkatkan aktivitas dalam berbagi sumber daya, mengurangi duplikasi,
dan menciptakan pelayanan yang efisien. Dalam masyatakat informasi, membangun
jaringan informasi dan komunikasi yang dapat diakses oleh setiap penduduk
adalah penting untuk menggerakkan energi dalam mencapai keberhasilan.
Konsep kerjasama juga semakin didengungkan di dunia
perpustakaan, tak terkecuali di antara perpustakaan di Indonesia. Istilah
pinjam antar perpustakaan, silang layanan. “resource sharing” (pemakaian sumber
informasi bersama) serta jaringan informasi yang banyak dikenal bahkan
diterapkan oleh perpustakaan, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun
internasional (Arlinah).
Kerja sama perpustakaan pada umumnya didasarkan pada keinginan secara sukarela dari perpustakaan yang bekerja sama, dengan alasan berikut.
- Meningkatkan jumlah buku yang terbit tiap tahun, perpustakaan tidak mampu berswasembada di bidang koleksi.
- Semakin banyaknya jenis media baik cetak, elektronik atau multimedia.
- Perubahan perilaku pencari informasi, atau pemenuhan kebutuhan pemakai yang beragam.
- Tuntutan masyarakat untuk memperoleh informasi yang sama baiknya dengan tidak mempermasalahkan mereka berada.
- Berkembangnya teknologi informasi yang berdampak pada perubahan model layanan dan akses informasi.
- Tuntutan penghematan. Dalam hubungannya dengan kondisi perpustakaan yang rata-rata kemampuan finansialnya terbatas maka kita melihat bahwa strategi sinergi menjadi pilihan (Suwarno, 2014).
Dari berbagai alasan tersebut dapat ditarik kesimpulan mengapa perlu
bekerja sama. Pertumbuhan sumber daya dan fasilitas baru yang dapat
disebarluaskan melalui jaringan, digabungkan dengan aset yang telah tersedia
saat ini di suatu perpustakaan akan membentuk suatu pusat kekuatan pengetahuan.
Hal ini memungkinkan suatu perpustakaan terkecil dan terisolir dapat menawarkan
berbagi informasi sama seperti yang ditawarkan oleh suatu perpustakaan besar.
Selain itu, perpustakaan mampu menyediakan akses setara terhadap informasi
global dan lokal, yang dikenal dengan istilah muatan sumber daya informasi dan
pengetahuan, imajinasi, pembelajaran, pelayanan, dan fasilitas.
Untuk memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan terutama koleksi yang dikelolanya, dan dalam rangka menjembatani ketidaksempurnaan perpustakaan maka diperlakukanlah kerja sama. Untuk itu, perpustakaan perlu membuat jaringan kerja sama yang kemudian dengan kesepahaman yang disepakati, dibentuklah suatu kegiatan yang disebut dengan kerja sama jaringan perpustakaan.
B. Rumusan
Masalah
Untuk memperjelas permasalahan yang akan dijelaskan, berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
- Apa itu Kerjasama?
- Apa saja Tujuan Kerjasama?
- Apa saja Manfaat Kerjasama?
- Apa itu Jaringan?
- Apa itu Jaringan Perpustakaan?
C. Pembahasan
a. Kerjasama
Kerjasama adalah sebuah proses dan memiliki syarat-syarat tertentu agar
dapat berjalan optimal. Pada akhirnya setiap institusi dan individu yang
terlibat kerjasama akan mendapatkan keuntungan bersama, baik bersifat materiil
maupun immaterial (Wibowo, 2017) .
Apabila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kerjasama mempunyai
arti kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga
pemerintah, dsb) untuk mencapai tujuan bersama (Winoto, 2017). Menurut Sulistyo
Basuki, kerjasama antar perpustakaan artinya kerjasama yang melibatkan, dua
perpustakaan atau lebih (Winoto, 2017).
Pada dasarnya tidak ada satupun perpustakaan, betapapun besarnya
perpustakaan tersebut, yang mampu mengumpulkan semua informasi yang dihasilkan
oleh para ilmuwan di seluruh dunia, bahkan untuk disiplin ilmu yang paling
spesifik sekalipun. Menyadari hal tersebut maka setiap perpustakaan atau
pusat-pusat informasi selalu berusaha untuk menjalin kerjasama dengan
perpustakaan atau pusat-pusat infromasi lain yang ada. (Saleh)
Menurut Sulistyo Basuki kerjasama antar perpustakaan diperlukan karena
perpustakaan tidak dapat berdiri sendiri, dalam arti koleksinya mampu memenuhi
kebutuhan informasi pemakainya. Apalagi untuk perpustakaan kecil, kerjasama
merupakan salah satu metode untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakainya. Hal
yang mendorong kerjasama antar perpustakaan
yaitu (Saleh):
- Adanya peningkatan luar biasa dalam pengetahuan dan membawa pengaruh semakin banyak buku yang ditulis tentang pengetahuan tersebut. Bila hanya mengandalkan koleksi pribadi perpustakaan, perpustakaan tidak akan dapat memenuhi kebutuhan informasi penggunannya. Perpustakaan akan memerlukan bantuan dari perpustakaan lain dalam pengadaan koleksinya.
- Meluasnya kegiatan pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi mendorong semakin beranekanya permintaan pemakai yang dari hari ke hari semakin banyak yang memerlukan informasi.
- Kemajuan dalam bidang teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap industry dan perdagangan, serta perlunya pimpinan serta karyawan mengembangkan keterampilan dan teknik baru. Keterampilan ini antara lain diperoleh dengan membaca.
- Berkembangnya kesempatan dan peluang bagi kerjasama internasional dan lalu lintas internasional, kedua hal tersebut mendorong informasi mutakhir mengenai negara asing.
- Berkembangnya teknologi informasi, terutama dalam bidang computer dan telekomunikasi, memungkinkan pelaksanaan kerjasama berjalan lebih cepat dan lebih mudah bahkan mungkin lebih murah.
- Tuntutan masyarakat untuk memperoleh layanan informasi yang sama. Selama ini merupakan suatu kenyaraan bahwa masyarakat pemakai informasi di kota besar memperoleh layanan informasi lebih baik daripada pemakai yang tinggal didaerah pedesaan. Maka adanya kerjasama perpustakaan memungkinkan pemberian jasa perpustakaan dapat mencapai pemakaian daerah.
- Kerjasama memungkinkan penghematan fasilitas, biaya, tenaga manusia, dan waktu. Hal tersebut amat mendesak bagi Negara berkembang dengan keterbatasan dana bagi pengembangan perpustakaan.
Untuk mengantisipasi perubahan perilaku pemustaka, perpustakaan perlu mengadakan kerjasama dalam menyajikan informasi. Beberapa syarat dan faktor dalam suatu kerjasama perpustakaan (Cahyono, 2014) yaitu:
- Kesadaran, kesediaan, dan tanggung jawab untuk memberi maupun menerima permintaan serta menaati setiap peraturan, mekanisme maupun harga yang dibuat bersama, yang dituangkan baik dalam bentuk perjanjian tertulis maupun lisan;
- Memiliki koleksi pustaka yang terorganisir dengan baik dan siap pakai;
- Memiliki katalog perpustakaan;
- Memiliki penanggung jawab dan tenaga yang dapat membimbing pengguna dalam mendayagunakan pustaka secara bersama;
- Memiliki peraturan/ tata tertip perpustakaan;
- Memiliki mesin fotocopy maupun peralatan lain yang dibutuhkan sebagai sarana dalam reproduksi dan telekomunikasi.
Adapun contoh dari kerjasama:
- Terdapat pada perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sudah mulai merekrut mahasiswa part time sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang. Adapun mahasiswa yang diperbolehkan mendaftar diri sebagai mahasiswa part time minimal semester lima bagi S-1 dan semester satu bagi mahasiswa Pascasarjana dari semua jurusan yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Adanya mahasiswa part time memberikan kemudahan bagi pustakawan dalam membantu kegiatan shelving dan layanan (Afrina, 2017).
- Ada juga bentuk kerjasama lain dari tim pemberdayaan Fakultas Ushuluddin, adab dan dakwah maka Nagari Tabek meminta untuk melakukan pendampingan terutama berkaitan dengan peningkatan literasi informasi kepada masyarakat nagari Tabek (Afrina, 2020).
Jadi, kerjasama adalah melakukan aktivitas untuk menghasilkan sesuatu yang dilakukan dengan bantuan orang lain (dua orang atau lebih) untuk mencapai tujuan yang sama dalam rangka mencapai suatu tujuan yang sama. Kerjasama dalam konteks kegiatan kerja ini terbentuk karena adanya dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai suatu keinginan atau tujuan yang mereka ingin capai. Jika kita melakukan aktivitas atau kegiatan bersama-sama maka usaha dalam mencapai tujuan akan dirasakan lebih ringan dibanding dilakukan secara individu atau personal.
b. Tujuan
Kerjasama
Kerja sama digambarkan sebagai aksi bersama dari dua pihak atau lebih dan bersifat saling menguntungkan. Kerjasama antar perpustakaan adalah suatu istilah yang bila dijabarkan lebih lanjut memiliki beberapa pengertian. Kerjasama dapat digunakan sebagai sinonim untuk system, asosiasi, konsorsium atau bahkan jaringan. Perpustakaan dapat bekerja sama dalam pertukaran data dan katalog, dalam membangun koleksi, pertukaran bahan pustaka dan pembelian bersama bahan pustaka serta memberikan pelayanan kepada pembaca. Tujuan dari kerjasama antar perpustakaan adalah (Wibowo, 2017):
- Meningkatkan dan mempermudah akses ke sumber informasi;
- Meningkatkan fleksibilitas dan respon pada kebutuhan informasi pengguna perpustakaan menggunakan sarana kerjasama;
- Meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan perpustakaan;
- Promosi fasilitas dan sarana secara terintegrasi menggunakan media informasi yang disepakati.
Dari penjelasan di atas, kerjasama mempunyai tujuan agar keseluruhan anggota kelompok mampu mengatasi masalah kecil baik yang datang didirinya maupun kelompoknya dan dapat bertanggung jawab untuk tugas yang harus diselesaikan sehingga keseluruhan anggota kelompok dapat mencapai tujuannya secara bersama.
c. Manfaat
Kerjasama
Disamping memiliki tujuan tertentu, kerjasama memberikan manfaat bagi perpustakaan, manfaat tersebut antara lain (Wibowo, 2017):
- Pengguna bersama sumber daya dan saling berbagi tanggung jawab.
- Dapat melakukan konsolidasi dan menyelesaikan suatu kendala layanan informasi dari berbagai perspektif.
- Tercapainya penghematan anggaran
- Meningkatkan kapasitas pengembangan masyarakat
- Memperkaya variasi pemecahan masalah atau isu-isu pelayanan informasi.
- Kerjasama memungkinkan target-target yang telah ditetapkan dapat dicapai.
Menurut
Lasa dengan adanya kerjasama yang dilakukan oleh perpustakaan dan pihak lain
ini akan diperoleh beberapa manfaat, antara lain (1) membantu perpustakaan yang
lemah, (2) mengoptimalkan pemanfaatan informasi, (3) membantu pencari
informasi, dan (4) mendorong perkembangan budaya baca (Putri, 2019).
Kerjasama mendorong untuk ikut serta memiliki situasi dan keadaan yang terjadi dilingkungannya, sehingga secara otomatis akan ikut menjaga dan melestarikan situasi dan kondisi yang telah baik.
d. Jaringan
Jaringan adalah koneksi yang diciptakan dengan cara menghubungkan dua
atau lebih device yang ada. Pengertian lain dari jaringan komputer adalah
kumpulan beberapa terminal komunikasi yang terhubung dengan beberapa device
atau komputer (Astuti).
Jaringan komputer membuat perangkat mampu saling terhubung satu sama lain.
Misalnya: mentransfer file, berbagi sumber daya, dan berkomunikasi, dengan
elektronik.
Jaringan
area luas (bahasa inggris: Wide Area Network; WAN) merupakan jaringan komputer
yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar
wilayah, kota atau bahkan Negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai
jaringan komputer yang membutuhkan router dan
saluran komunikasi public. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area
lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer
dilokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain (Haryanto, 2014).
Jaringan
informasi (information network) atau information network system ialah suatu
system terpadu dari badan-badan yang bergerak dalam bidang pengolahan informasi
seperti perpustakaan, pusat dokumentasi, pusat informasi, bank data dan
sejenisnya dengan tujuan menyediakan data dan informasi yang berkaitan tanpa
memperhatikan bentuk maupun asal informasi/ data untuk keperluan masyarakat
pemakai (Lubis, 2018).
Jaringan komputer dibagi dalam beberapa macam, salah satu macam jaringan adalah berdasarkan jangkauan geografis. Berikut beberapa macam jaringan berdasarkan geografis tersebut (Astuti):
- Jaringan LAN atau Local Area Network. Jaringan jenis ini memiliki jangkauan yang cukup kecil, yaitu tidak lebih dari 1 km persegi. Biasanya jaringan LAN digunakan untuk ruangan atau gedung yang tidak terlalu besar, seperti sekolah, warnet atau ruangan divisi tertentu pada sebuah kantor.
- Jaringan MAN merupakan kependekan dari Metropolitan Area Network dengan cakupan area lebih besar hingga dapat menjangkau satu kota dan dibekali kecepatan koneksi internet lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan LAN.
- Jaringan
WAN, yaitu Wide Area Network, yaitu jaringan komputer dengan jangkauan
geografis peling luas. Jangkauan jaringan WAN dapat mencapai area negara bahkan
benua. Tujuan pengguna WAN sebagai jaringan adalah untuk mengubungkan pengguna
computer yang berada di negara berbeda.
Dengan adanya jaringan komputer ini banyak keuntungan yang akan kita dapatkan, contohnya pertukaran dua antar komputer atau perangkat dalam sebuah jaringan, sharing perangkat, sharing program dan lain sebagainya.
e. Jaringan
Perpustakaan
Ada berbagai macam definisi jaringan namun diperpustakaan istilah
jaringan mengacu pada perangkat keras, perangkat lunak, proyek, badan, dan
system komunikasi. Perangkat keras ini maksudnya adalah pada bentuk fisik
seperti peralatan yang digunakan di perpustakaan sedangkan perangkat lunak
adalah program, instruksi atau rencana yang akan silaksanakan. Masih menurut Sulistyo
Basuki Jaringan perpustakaan adalah sebuah kumpulan perpustakaan yang melayani
sejumlah badan, instansi atau lembaga atau melayani berbagai instansi yang
berasa dibawah yuridiksi tertentu dan memberikan sejumlah jasa sesuai dengan
rencana terpadu untuk mencapai tujuan bersama. Dan dalam kajian ini jaringan
perpustakaan lebih merujuk pada sebuah organisasi formal yang saling
berhubungan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan bantuan teknologi
informasi (Puspitasari, 2014).
Menurut (Ishak, 2008) istilah jaringan perpustakaan, dapat juga diartikan sebagai system hubungan antar perpustakaan, yang diatur dan disusun berdasarkan persetujuan, yang memungkinkan komunikasi dan pengiriman secara terus menerus sumber daya informasi. Selain itu, jaringan perpustakaan dapat berupa pertukaran keahlian, menurut jenis dan tingkat yang telah disepakati. Jaringan ini biasanya terbentuk organisasi formal, terdiri atas dua perpustakaan atau lebih, dengan tujuan yang sama. Untuk mencapai tujuan tersebut, disyaratkan untuk menggunakan teknologi telekomunikasi dan computer atau TI. Dapat dikatakan bahwa untuk berlangsungnya suatu jaringan perpustakaan diperlukan setidaknya 3 syarat, yaitu:
- Perpustakaan sebagai anggota jaringan harus memiliki sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan lain.
- Perpustakaan yang bekerja sama memiliki kemauan untuk membagi sumber informasi apa yang dimiliki kepada perpustakaan lain.
- Perpustakaan yang bekerja sama memiliki kesepakatan tentang bentuk jaringan dan mekanisme dalam pelaksanaan kerjasama.
Adapun menurut (Siregar,
2005) sesuai dengan peran yang dilakukan oleh perpustakaan umum, eksploitasi
dengan teknologi baru melalui jaringan perpustakaan, prioritas harus ditujukan
pada upaya untuk: (1) meningkatkan peluang pendidikan dan kegiatan belajar sepanjang
hayat bagi anak-anak dan orang dewasa; (2) mendukung pelatihan, pekerjaaan, dan
wirausaha untuk membantu meningkatkan kamakmuran; dan (3) memelihara kesatuan
dan persatuan masyarakat terinformasi baik secara politik maupun cultural.
Selain itu, sejarah komunitas dan identitas komunitas juga perlu dicakup dalam
muatan dan pelayanan yang disediakan.
Jadi, jaringan perpustakaan berarti suatu sistem hubungan antar perpustakaan yang diatur dan disusun menurut berbagai persetujuan, yang memungkinkan komunikasi dan pengiriman secara terus-menerus informasi bibliografis maupun informasi-informasi lainnya.
D. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa:
- Kerjasama adalah melakukan aktivitas untuk menghasilkan sesuatu yang dilakukan dengan bantuan orang lain (dua orang atau lebih) untuk mencapai tujuan yang sama dalam rangka mencapai suatu tujuan yang sama. Kerjasama dalam konteks kegiatan kerja ini terbentuk karena adanya dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai suatu keinginan atau tujuan yang mereka ingin capai. Jika kita melakukan aktivitas atau kegiatan bersama-sama maka usaha dalam mencapai tujuan akan dirasakan lebih ringan dibanding dilakukan secara individu atau personal.
- Tujuan dari kerjasama agar keseluruhan anggota kelompok mampu mengatasi masalah kecil baik yang datang didirinya maupun kelompoknya dan dapat bertanggung jawab untuk tugas yang harus diselesaikan sehingga keseluruhan anggota kelompok dapat mencapai tujuannya secara bersama.
- Manfaat kerjasama mendorong untuk menciptakan lingkungan yang baik dan juga mendorong persaingan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai, sehingga menciptakan lingkungan yang juga sehat.
- Jaringan dengan adanya jaringan komputer ini banyak keuntungan yang akan kita dapatkan, contohnya pertukaran dua antar komputer atau perangkat dalam sebuah jaringan, sharing perangkat, sharing program dan lain sebagainya. Semua dapat di selesaikan dengan cepat dan mudah.
- Jaringan perpustakaan berarti suatu system hubungan antar perpustakaan yang diatur dan disusun menurut berbagai persetujuan, yang memungkinkan komunikasi dan pengiriman secara terus-menerus informasi bibliografis maupun informasi-informasi lainnya.
Kepustakaan
Afrina, Cut. (2017). Mahasiswa Part Time dan Aksesibilitas Pemustaka Terhadap Koleksi
Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. LIBRARIA, 9(1), 71. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/
Afrina, Cut. dkk. (2020). Pemberdayaan Komunitas Taman Baca Masyarakat Dalam Peningkatan Literasi
Informasi Di Nagari Tabek Tahun 2019. Jurnal Batoboh, 5(1), 50. https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/
Suwarno, Wiji. (2014). Konsep Dasar Jaringan Kerja Sama Perpustakaan dan Informasi.
PUST4316, Modul 1, 4-18. http://repository.ut.ac.id/
Winoto, Yunus. (2017). Model Jaringan Kerjasama Antar Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam di
Wilayah Provinsi Jawa Barat. Commed: Jurnal Komunikasi Media, 2(1), 83. http://ejournal.upbatam.ac.id/
Saleh, Abdul Rahman. Kerjasama Perpustakaan, 3-4. https://repository.ipb.ac.id/
Arlinah I.R. Manajemen
Kerjasama Antar Perpustakaan, 1. http://faculty.petra.ac.id/
Cahyono, Teguh Yudi. (2014). Kerjasama dan Standarisasi Perpustakaan Dalam Mendukung Kecepatan Akses
Informasi, 4. http://digilib.um.ac.id/
Putri, Kethy Hariyadi. (2019). Strategi Pengembangan Kerjasama Perpustakaan Universitas Atma Jaya
Yogyakarta Dalam Upaya Meningkatkan Layanan. Nusantara-Journal of
Information and Library Studies, 41. http://ojs.uninus.ac.id/
Wibowo, Budi. (2017). Kerjasama Perpustakaan Sebagai Upaya Institutional Empowerment di BPAD
DIY, 1-3. http://dpad.jogjaprov.go.id/
Astuti, Indah Kusuma. Jaringan Komputer. Section 01, 2. https://osf.io/p6ytb/
Haryanto, Muhammad Dedy. dkk. (2014). Analisis dan Optimalisasi Jaringan
Menggunakan Teknik Load Balancing. Jurnal Sarjana Teknik Informatika, 2(2), 1372. http://journal.uad.ac.id/
Puspitasari, Dyah. dkk. (2014). Kerjasama dan Jaringan Perpustakaan ntara Indonesia-Malaysia.
EduLib, 1(2), 4. https://ejournal.upi.edu/
Ishak. (2008). Kerjasama
Antar Jaringan Perpustakaan, 3. http://repository.usu.ac.id/
Siregar, A. Ridwan. (2005). Kerjasama dan Sistem Jaringan Perpustakaan Umum. Jurnal Studi
Perpustakaan dan Informasi, 1(2), 13.
http://repository.usu.ac.id/
Lubis, Nasrul Rizal. (2018). Jaringan Perpustakaan Pusat Riset Perikanan. Jurnal Pari, 4(1), 18. http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/
0 komentar:
Posting Komentar